IBX5A8C3C20E01E2 Antisipasi Kemungkinan Anak Alergi Susu Sapi, Gejala dan Cara Mengatasinya | Mitchel Troy

Antisipasi Kemungkinan Anak Alergi Susu Sapi, Gejala dan Cara Mengatasinya

Susu sapi merupakan salah satu sumber protein terbaik untuk anak. Protein sendiri sangat diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Maka, pemberian susu sapi biasanya sangat dianjurkan setelah ASI berhenti diberikan. Namun, tak semua orangtua mengalami kelancaran dalam pemberian sumber protein terbaik tersebut. Anak alergi susu sapi merupakan salah satu hambatan yang mungkin dialami oleh orangtua bayi. Jumlah bayi yang mengalami masalah tersebut secara prosentase memang tak terlalu banyak yaitu hanya sekitar 2 sampai 7 persen saja. Namun, dengan jumlah tersebut tak serta merta menghindarkan Anda dari kemungkinan mengalami hal tersebut. Anda bisa tenang karena biasanya masalah alergi ini hanya terjadi sampai bayi berusia 3 tahun, meski ada kemungkinan juga berlanjut hingga dewasa. Walaupun begitu, tetap saja alergi ini tidak bisa diremehkan karena selain menimbulkan gejala yang cukup serius jika sampai anak terlanjur mengonsumsi susu sapi, sebagai orangtua juga Anda akan merasa bingung dari mana Anda bisa memberikan protein terbaik. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya alergi anak terhadap susu sapi, maka saat akan memberikan susu formula pada anak, lakukan beberapa hal berikut ini:

1. Konsultasikan kondisi anak ke dokter
Anda bisa melakukan konsultasi kepada dokter tentang kondisi anak. Apakah ada kemungkinan terjadinya alergi susu. Kemudian konsultasi juga bisa dilakukan untuk meminta saran tentang susu formula apa yang sebaiknya diberikan dan aman untuk si kecil.

2. Pilihlah susu formula dengan tepat
Lakukan pemilihan susu formula dengan tepat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan susu formula yaitu sesuaikan susu formula yang Anda pilih dengan usia si kecil. Biasanya produk susu formula telah dibeda-bedakan berdasarkan rentang usia si kecil. Maka, patuhilah hal tersebut. Kemudian pahami apa saja jenis susu formula yang ada. Beberapa jenis susu formula diantaranya susu formula sapi, susu rendah atau bebas laktose, dan susu soya atau susu kedelai. Lihat komposisi dan berbagai hal yang tertulis dalam kemasan. Anda juga bisa mempertimbangkan merek susu formula yang Anda pilih.

3. Perhatikan anak saat pertama kali meminum susu formula
Alergi terhadap susu sapi atau masalah lainnya mungkin saja terjadi. Maka, perhatikan si kecil saat pertama kali meminum susu formula. Lihat apakah ada kemungkinan-kemungkinan buruk seperti alergi atau masalah lainnya. Jika terjadi masalah tertentu, maka biasanya anak akan menunjukkan tanda-tanda khusus.

Lalu, apa saja tanda-tanda anak mengalami alergi terhadap susu sapi? Sebelum membahas tentang gejalanya, mari pahami dulu apa itu alergi terhadap susu sapi. Pasalnya, alergi terhadap susu sapi hanya merupakan salah satu masalah yang mungkin terjadi dalam pemberian susu formula. Bisa saja yang terjadi adalah masalah lain. Alergi susu sapi merupakan suatu kelainan pada sistem imun atau sistem kekebalan anak. Sistem imun berfungsi untuk menghalai zat-zat berbahaya, virus, maupun bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Kelainan pada sistem imun yang terjadi, mengakibatkan tubuh anak tidak bisa membedakan antara zat berbahaya dengan protein susu sapi. Sehingga tubuh memberikan reaksi saat protein susu sapi memasuki tubuh. itulah yang disebut dengan alergi terhadap susu sapi. Berikut ini beberapa gejala anak alergi susu sapi:

1. Sesak nafas
Gejala pertama yang mungkin terjadi adalah pada pernafasan. Sesak nafas adalah gangguan pernafasan yang terjadi sebagai reaksi dari terendusnya protein susu sapi yang dianggap zat berbahaya oleh tubuh anak. Selain sesak nafas, nafas anak juga bisa saja menunjukkan bunyi tertentu. Bersamaan dengan kesulitan bernafas ini, anak juga akan mengalami sulit menelan.

2. Batuk
Selain gangguan pernafasan, gejala juga bisa ditunjukkan dengan terjadinya batuk. Gejala ini masih berhubungan dengan terganggunya pernafasan. Untuk batuk yang terjadi, bisa berupa batuk kering maupun batuk berdahak.

3. Anak menangis
Kesulitan bernafas dan kesulitan menelan tentu menimbulkan ketidaknyamanan pada si kecil. Oleh karena itu anak akan menangis. Anak juga menangis karena ketidaknyamanan lainnya sebagai akibat dari alergi terhadap susu sapi.

4. Perut kembung, muntah, hingga diare
Ketiganya bisa terjadi karena susu sapi terlanjur masuk ke dalam pencernaan si kecil. Masing-masing tubuh akan mereaksinya. Lambung akan memberikan reaksi berupa perut kembung, muntah, hingga diare. Berbagai gejala ini pun bisa muncul dalam waktu yang cepat.

5. Mata merah dan berair
Jika gejala-gejala sebelumnya berkaitan dengan sistem pernafasan dan pencernaan, maka gejala lain ditunjukkan oleh fisik si anak. Jika alergi terhadap susu sapi terjadi, maka salah satu tanda yang ditunjukkan oleh fisiknya adalah mata yang merah dan berair. Si kecil juga akan merasakan gatal pada matanya.

6. Kulit merah dan gatal
Seperti alergi pada umumnya, terjadi pula gejala fisik pada kulit. Jika gejala ini muncul bersamaan dengan berbagai gejala di atas, maka sudah lebih dapat dipastikan bahwa penyebabnya adalah anak alergi susu sapi.

Jika semua gejala di atas sudah terlanjur terjadi, maka jangan panik. Tetaplah tenang karena ketenangan Anda akan cukup membantu. Di samping itu, tenangkanlah si kecil dan jangan biarkan anak Anda melakukan hal-hal yang bisa memperparah seperti menggaruk kulit dan mengucek mata. Segera upayakan untuk membawa si kecil ke dokter, puskesmas, atau rumah sakit terdekat. Jangan lupa untuk membersihkan mulut si kecil dari susu yang mungkin masih tersisa.

Anak tetap membutuhkan protein dari susu untuk menunjang tumbuh kembangnya. Maka, Anda bisa mengonsultasikan ke dokter tentang alternatif apa yang bisa Anda ambil agar kebutuhan anak terhadap protein tetap terpenuhi.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *